Cerita Dibalik Jurist Story

Setelah sekian lama blogging di tumblr dan saat ini di sini, sepertinya saya tidak pernah menulis tentang alasan dibalik penggunaan “Jurist Story" sebagai url dari blog ini.
Pertama kali terinspirasi menggunakan istilah profesi sebagai nama blog adalah sekitar 10 tahun yang lalu, awal kelas satu SMA. Saat itu saya menemukan blog seseorang yang cukup terkenal di pesantren tempat saya menuntut ilmu. Konon beliau adalah seorang arsitek yang membantu Pak Kyai mendesain pesantrennya. Nama blog beliau adalah “Arsitek Bersastra” kalau tidak salah.
Seketika saya berpikir, "wahh keren yah profesi utamanya arsitek tapi nyastra, suka bercerita merangkai kata, wahh mau juga ahh suatu saat nanti bikin blog yang namanya ada unsur profesinya.” Saat itu belum terpikir akan jadi apa nantinya, jadi saya memilki blog dengan nama yang keren pada masa itu tapi alay pada masa kini XD. Kalau tidak salah dulu blog saya urlnya lulunselaluhijau dan nama blognya “Lulun still in fighting”. Jaman itu keren loh memiliki nama blog yang seperti itu, tapi kalau diingat lagi rasanya saya mau menggali ingatan biar bisa ingat email dan pasword buat login ke blog itu, mau saya deactivate saja blognya πŸ˜‚
Akhirnya tibalah tahun 2011 dimana takdir menentukan saya menjadi mahasiswa hukum. Lagi-lagi belum terpikirkan mau berporfesi apa nantinya. Mulai terpikirkan mislanya “pengacara bersastra” “hakim bersastra” tapi sepertinya terlalu dini untuk menggunakannya dan aneh juga yah kedengarannya, ngga sekeren blog si bapak tadi “arsitek bersastra” πŸ˜‚.
Di masa awal-awal perkuliahan, saya mulai mengenal nama-nama seperti “DJ Harris, Ian Brownlie, Moekhtar Kusuma Atmadja” dan lain-lain, mereka adalah para penulis buku-buku hukum yang menjadi pegangan wajib mahasiswa hukum. Ternyata mereka disebut juga sebagai jurist. Selain itu, kata yuris seringkali digunakan oleh para dosen ketika menasehati kami dengan berkata “kalian sebagai calon-calon yuris harus bla bla bla.” Dari situ lah saya mendapat inspirasi menggunakan kata “jurist” yang menggambarkan profesi sebagai nama blog saya.
Kemudian diikuti kata “story” yang mana kalau digabung kurang lebih akan berarti “Cerita Sang Ahli Hukum” πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„ :D
Kemudian “Future Jurist” menjadi nama blog saya karena entah kapan saya akan menjadi seorang yang benar-benar ahli dalam bidang hukum. Akan terus menjadi harapan dan target sampai kapanpun itu πŸ˜„.
Jadi begitulah cerita lebih dari singkat dibalik pemilihan nama “Jurist Story” sebagai url blog ini πŸ˜„.



Ditulis di Jakarta, dibaca di mana saja





Comments

Popular posts from this blog

Uang Panai’: Kasih Tak Sampai Para Bujang Bugis

Hikmah di Balik Ramainya RUU Permusikan

Melalui Blog, Saya Belajar Mencintai Diri!