Posts

Showing posts from January, 2019

Nyinyirlah Sebelum Nyinyir itu Dilarang

Image
Sebagai seorang (calon) jurist, saya kadang memiliki pemikiran-pemikiran tidak umum bahkan tergolong aneh mengenai dunia yang saya geluti ini. Masih teringat tahun 2011 silam saat saya mengikuti ospek tingkat universitas, saat itu kami diberi tugas menyusun ide PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa). Saat itu karena menganggap diri ini adalah mahasiswa hukum, maka saya harus mencetus ide terkait dunia hukum juga. Dengan jiwa idealisme yang tinggi dan semangat yang menggebu-gebu, saya mencetuskan sebuah ide yang intinya adalah menciptakan alat pencegah kebohongan yang dipasang pada diri setiap penegak hukum dan pejabat pemerintahan.
Alat ini akan berfungsi ketika ada itikad buruk yang timbul dalam hati. Bagaimana cara bekerjanya? Cara kerja alatnya simpel, saya percaya bahwa setiap manusia di bumi ini memiliki hati nurani, intuisi yang tidak pernah mengingkari. Ketika mulai muncul niat tidak baik untuk melakukan sebuah tindakan melawan hukum, alat ini akan bekerja seiring berubahnya degup …

Rumah Tak Berpuing

Image
Rumahku tak beratap, engkau acuh.
Rumahku tak berdinding, engkau tak peduli.

Rumahku kini luas, seluas langit biru yang selalu bergemuruh.
Rumahku kini lapang selapang hamparan tanah yang menyediakan senjata.

Tak ada lagi dinding untuk menempel asa, tak ada lagi atap untuk melindungi hati, bahkan tak ada lagi lantai untuk menyembah...

Mereka yang mengaku pahlawan memilih bungkam dibalik mikrophone... Mereka yang terlihat akan melindungi ternyata hanya ilusi sebuah kotak berwarna....

Rumahku semakin luas, asaku kini mengelana, senjataku siap diletupkan....




Ditulis di Jakarta, 27 Januari 2019
Dibaca di mana saja, kapan saja

Andi Akhirah Khairunnisa



Uang Panai’: Kasih Tak Sampai Para Bujang Bugis

Image
“Lun, nanti kalau kamu nikah, pake uang panai’ juga ngga?” “Nanti kamu kalau nikah berapa yah uang panainya?”
Pertanyaan di atas sering saya peroleh dari beberapa orang teman baik perempuan maupun laki-laki. Sebagai orang Bugis asli yang merantau di Pulau Jawa, seringkali membuat teman-teman saya di rantau penasaran tentang hal itu. Uang Panai’, mungkin bukan hal yang asing lagi di telinga banyak orang, khususnya orang Sulawesi Selatan. Tapi tidak semuanya paham dengan esensi dari uang panai’. Sederhananya, uang panai’ adalah uang belanja, berbeda dengan uang mahar. Biasanya uang panai’ ini akan digunakan untuk segala hal yang berkaitan dengan resepsi pernikahan. Tapi ternyata banyak yang menilai negatif terkait uang panai’ ini, khususnya orang di luar Sulawesi Selatan. Tidak sedikit teman-teman saya menilai bahwa tradisi uang panai’ terlihat seperti ‘jual beli anak’. Persepsi yang tidak salah tapi tidak sepenuhnya benar juga.


Sebagai orang berdarah Bugis asli, uang panai’ bukanlah hal …

Melalui Blog, Saya Belajar Mencintai Diri!

Image
“Apa kamu, sekolah tinggi-tinggi tapi pengangguran!!!”
Bentakan keras yang masih terngiang hingga saat ini, padahal sudah beberapa bulan berlalu sejak kalimat itu diucapkan. Mungkin ungkapan “ibarat hati ditusuk belati” adalah yang paling tepat untuk menggambarkan bagaimana sakitnya setelah mendengar bentakan itu dikeluarkan oleh orang yang darahnya mengalir padaku, papa. Hal yang menyakitkan lainnya adalah kalimat itu diucapkan hanya karena sebuah gorengan. Hah? Gorengan apa yang bisa membuat seorang bapak bisa menyakiti hati anaknya sebegitu dalam? Mari saya kenalkan dengan si gorengan politik. Saya belum menentukan pilihan antara nomor 1 atau 2, tapi sepertinya beliau sudah memakan berbagai jenis gorengan-gorengan politik sehingga membuatnya sungguh totalitas dalam mendukung salah satu pasangan calon.
Pagi itu, beberapa saat sebelum kalimat itu dibentakkan, saya hanya mencoba memberi pandangan yang cukup netral mengenai kedua pasang calon, tapi sepertinya fanatik sudah menjadi nama …