Posts

Showing posts from February, 2019

Hikmah di Balik Ramainya RUU Permusikan

Riuh jagat musik tanah air rupanya memberi hikmah dalam dinamika perkembangan hukum di Indonesia. Sejak DPR menyosialisasikan RUU Permusikan, dunia maya heboh soal isi pasal dalam RUU Permusikan. Ada pula yang menganggap bahwa RUU Permusikan ini bocor sehingga gaduh. Padahal menurut aturan perundang-undangan yang berlaku, dalam proses pengkajian pembentukan Undang-Undang, memang diperlukan juga adanya partisipasi dan masukan dari masyarakat.[1]
Ada Apakah dengan RUU Permusikan?
Makna Musik Sebelum bicara lebih jauh tentang RUU permusikan, ada baiknya kita menyelami terlebih dahulu apa itu musik. Musik, menurut KBBI adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan.
Dello Joio, komponis asal dari Amerika ini menyatakan bahwa musik merupakan karya yang akan meningkatkan suatu rasa penghargaan akan nilai seni, selain menyadari akan dimensi lain dari sebuah kenyataan yang…

Lost in Seoul: Hilangnya Rasa Malu di Seoul

Image
Minggu yang cerah pada pertengahan musim panas di Seoul, sekelompok mahasiswa asing terlihat kebingungan dan kepanasan di depan Gyeongbokgung Palace. Saya termasuk salah satu di antaranya. Kami adalah mahasiswa pertukaran pelajar pada musim panas tahun 2014 di Chonnam National University. Ada sekitar tujuh puluh lebih mahasiswa dari berbagai kampus dunia. Dari Indonesia hanya tiga orang, kala itu programnya didominasi oleh mahasiswa internasional dari United State (US), Taiwan, Hongkong, dan Malaysia. Hari minggu saat itu adalah hari pertama kami di Seoul, agendanya memang jalan-jalan, panitia memberi nama kegiatan tersebut “Lost in Seoul.” Agenda pertamanya adalah berwisata ke Gyeongbokgung Palace, salah satu tempat hits di Seoul dan wajib hukumnya untuk didatangi oleh turis yang berkunjung ke Korea Selatan (Korsel). Tidak lama kami menghabiskan waktu di sana, rasanya lelah melihat ramainya turis yang tiba-tiba berubah menjadi warga lokal Korsel dengan menggunakan Hanbook (baju tradi…

Sederhana Saja: Sebuah Resensi Puisi

Image
Dia yang Memunggungimu
Kita berada di pelukan yang sama. Aku memeluk lututku, kamu memeluk bayangnya. Kamu akan tenang meninggalkanku, aku pasti senang menunggalkanmu.
Kita berdiam di rumah yang sama. Aku di masa entahmu, kamu di masa lalunya. Kamu berbahagia dengan melupakanku, aku berbahagia dengan mengingatmu. Kita tegak di jalan yang sama. Aku memandangi punggungmu, kamu menangisi punggungnya. Kamu mengandalkannya, aku mengandaikanmu.
2015, Khrisna Pabichara

Sejujurnya saya bukan penikmat puisi dengan beragam diksi yang indah. Bagiku semua itu terasa memusingkan. Entahlah, mungkin semakin memusingkannya sebuah puisi, maka akan semakin indahlah puisi tersebut. Atau pendapat saya salah? Saya hanya pengamat amatir yang belum paham tentang keindahan sebuah karya sastra berupa puisi. Tapi di sini saya akan mencoba menulis sebuah resensi puisi yang sederhana saja. Bukan puisinya yang sederhana, tapi resensi sayalah yang sederhana. Mungkin puisinya juga sederhana dibanding puisi-puisi yang di…